Senin, 16 Maret 2009

SOS

Hari ini Edi pulang sekolah sendirian. Sohib, sahabatnya yang biasa pulang bersamanya, hari itu sakit. Ia tidak masuk sekolah.
Edi menyusuri jalanan menuju rumahnya. Di sebuah warung makan di pinggir jalan, Edi melihat sebuah mobil. Walaupun kaca mobil itu tertutup, Edi bisa melihat seorang anak perempuan di dalamnya. Anak itu duduk sendirian di kursi belakang. Ia tampak gelisah, bahkan menangis.
Anak perempuan itu lalu tampak menutup wajahnya denagn sapu tangan. Secara tak sadar, Edi terus memperhatikan anak itu. Anak itu juga memperhatikan Edi. Ia seperti ingin berbicara sesuatu kepada Edi. Akan tetapi tiba-tiba muncul dua lelaki dewasa dari warung makan. Sepertinya mereka baru saja selesai makan.
Dua laki-laki dewasa itu masuk ke mobil itu. Yang satu menyetir, yang satunya lagi duduk di belakang, di sebelah anak itu. Mobil itu kemudian melaju meninggalkan tempat itu.
Edi baru sadar, ternyata ada sehelai saputangan tergeletak di jalan. Di sekitar tempat mobil tadi parker. Sapu tangan itu berwarna kuning dengan motif bunga. Tampak ada bordir nama Ariessa. Pasti sapu tangan ini molik anak tadi, gumam Edi dalam hati.
“Kalau bertemu anak perempuan itu lagi, akan aku kembalikan,” piker Edi.
Keesokan harinya, di sekolah, Edi mendengar kabar tentang penculikan. Edi langsung teringat pada anak yang kemari ia lihat. Ia semakin yakin kalau yang diculik adalah anak itu. Setelah ia melihat foto selebaran di pengumuman.
Wajah anak di foto itu, sama persis dengan yang dilihat Edi. Nama anak itu Ariessa. Sama seperti bordiran di sapu tangan yang ditemukan Edi.
“Duh sayang aku lupa mencatat nomor mobil itu,” sesal Edi.
“Mobil siapa, Di?” tanya Sohib penasaran.
Edi segera menceritakan pengalamannya kemarin.
“Oya, aku menemukan sesuatu di tempat kejadian itu!” kata Edi lagi.
Sepulang sekolah, Edi mengajak Sohib ke rumahnya. Ia mengeluarkan sapu tangan milik Ariessa. “Ini dia yang aku temukan.”
Sohib mengamati sapu tangan itu. Ia lalu menendusnya.
“Kok, bau kunyit, ya? Sepertinya, setelah makan, ia mengusap mulutnya dengan sapu tangan ini.”
Edi lalu berpikir, adakah petunjuk yang berhubungan denagn kunyit. Setelah berpikir beberapa saat, Edi masuk ke kamar mandi. Dibasuhnya sapu tangan itu dengan air sabun. Tiba-tiba muncul deretan huruf berwarna merah membentuk tulisan “Semut E11.”
“Semut?” gumam Edi dan Sohib bingung.
Beberapa saat kemudian, Sohib berkata, “Kalau tidak salah, Semut itu adalah kompleks yang ada di dekat kelurahan. Semesta Mutiara, sering disingkat jadi Semut.”
Setelah berunding sejenak, Edi dan Sohib pun bersiap-siap pergi ke tempat yang dimaksud. Sesampainya disana, tampak sebuah rumah besar yang dijaga oleh 3 orang laki-laki berbadan besar. Mereka pun mencari tempat bersembunyi dan mulai mengamati rumah itu. Rumah tersebut kelihatan sepi.
“Kayaknya rumah ini tempat penculik itu menyekap Ariessa.” ungkap Edi.
“Kamu yakin?” tanya Sohib.
“Kurang yakin juga sih, tapi kegiatan di rumah itu terlihat mencurigakan. Rumahnya terlihat sepi, jalan sekitar sini juga sepi, tapi penjaga rumah itu kayak sibuk banget ngejaga rumah.” Edi berpendapat.
Tak lama kemudian sebuah mobil keluar dari garasi rumah itu.
“Itu kan mobil yang kemarin. Sekarang aku yakin kalau Ariessa disekap disini.” kata Edi dengan wajah serius.
“Ya sudah tunggu apa lagi. Kita cari cara bagaimana menyelamatkan Ariessa.” jawab Sohib semangat.
“Kita cari jalan masuk menuju rumah itu. Mungkin kita bisa lewat jalan pinggir.”
Mereka berdua langsung berjalan ke pinggir rumah itu sampai akhirnya tiba di belakang rumah. Namun tak ada celah untuk masuk, hanya ada tembok tinggi yang membentengi rumah itu. Untunglah sebelumnya mereka telah menyiapkan tali. Mereka pun mengaitkan tali ke tembok dan satu per satu dari mereka memanjatnya. Situasi aman, mereka pun mendekati rumah itu. Pintu belakang ternyata tidak terkunci, mereka masuk ke dalam rumah. Rumah tersebut memang kosong, tidak terlihat ada kegiatan di dalamnya. Mereka berjalan menuju ruangan depan. Disitu terlihat ada seorang laki-laki sedang tertidur di sofa, laki-laki yang kemarin Edi lihat menyetir mobil yang dipakai untuk menculik Ariessa.
“Kalau begitu satu orangnya lagi juga pasti ada disini.” ungkap Edi.
Ada tangga. Mereka pun menaiki tangga itu. Disana ada sebuah kamar yang dijaga oleh laki-laki yang kemarin Edi lihat.
“Pasti Ariessa disekap disitu.” kata Sohib.
“Terus kita mau ngapain, Hib?” tanya Edi.
“Mending kita lapor polisi dulu, biar kita enggak disangka macam-macam.”
Edi kemudian menelepon polisi dan memberitahukan keadaan di rumah itu. Sambil menunggu polisi datang, mereka bermaksud untuk membius para penculik itu dengan alcohol yang sudah mereka siapkan. Mereka pun kembali menghampiri turun ke lantai bawah untuk membius penculik yang sedang duduk di sofa. Tanpa perlawanan karena sedang nyenyak tidur, penculik itu langsung pingsan. Mereka kembali lagi ke atas untuk membius penculik lainnya. Dengan perlahan mereka menghampiri laki-laki itu dan menempelkan sapu tangan yang telah ditetesi alcohol ke hidung penculik itu. Penculik itu sempat melawan namun tak lama kemudian langsung pingsan. Edi membuka pintu kamar yang dijaga penculik itu. Dia melihat Ariessa diikat di bangku kayu dengan mulut ditutup kain. Sohib dan Edi segera menghampiri Ariessa dan membuka ikatannya. Mereka bertiga kemudian meninggalkan kamar itu dan keluar rumah melewati pintu belakang. Tak lama polisi pun datang. Penjaga di depan rumah segera berlari ke dalam rumah untuk memberitahu penculik itu dan membawa kabur Ariessa. Namun penjaga tersebut hanya melihat para penculik yang pingsan dan Ariessa pun sudah tidak ada di tempatnya. Selagi penjaga tersebut sibuk, Edi, Sohib, dan Ariessa berlari ke halaman depan menuju mobil polisi. Polisi-polisi itu kemudian memasuki rumah dan menangkap para penculik beserta penjaganya. Ariessa pun terselamatkan.

Sekilas Tentang Karakter Tokoh Andrew Smith

Nama : Andrew Smith
TTL : London, 9 September 1987
Tinggi badan : 183 cm
Berat badan : 78 kg
Warna mata : coklat
Warna rambut : pirang
Warna kulit : putih

Deskripsi :
Andrew adalah anak tunggal dari Mr. Smith dan Mrs. Smith. Ayahnya sangat sibuk sehingga tidak mempunyai waktu untuk mengurus Andrew. Sehari-hari Andrew menghabiskan waktu bersama teman-temannya sambil berusaha mencari jatidiri dia sebenarnya. Andrew termasuk orang yang supel. Dia berkawan dengan siapapun tanpa memilih-milih. Tapi sebenarnya dia mencari sesosok teman yang cocok dengannya dan dapat membawa dia ke arah yang lebih baik. Kurangnya perhatian dari orang-orang yang ada di dekatnya membuat dia bertindak semaunya, walaupun masih dalam batas wajar. Potensi besar yang ada dalam dirinya kurang bisa dimaksimalkan karena tidak adanya motivasi. Tak heran jika dia masih merasa sendiri walaupun dia memiliki banyak teman. Biasanya dia akan chatting melalui internet untuk menemukan banyak teman dan menghilangkan kesendirian. Atau tidak, dia akan pergi ke club pada malam hari dan pulang dengan wanita yang berbeda-beda. Tekanan pada dirinya membuat dia menjadi pribadi yang nakal walaupun sebenarnya dia adalah pria yang baik. Dia hanya butuh dorongan, motivasi, perhatian, dan kasih sayang untuk membuat dia menjadi dia yang sebenarnya. Andrew yang rajin, pintar, kreatif, penyayang, dan selalu memiliki keinginan yang kuat. Saat ini, dia hanya menginginkan kebahagiaan. Dan dia rela berkorban untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Bahkan dia juga rela berkorban untuk orang yang dia sayangi asalakan dia bahagia. Karena menurutnya, kebahagiaan adalah sesuatu yang mahal dan tidak bisa dibeli oleh uang.

Latar Belakang Keluarga :
Ayah Andrew adalah pemilik salahsatu jaringan stasiun TV di London. Ibunya meninggal ketika dia berumur 13 tahun akibat leukemia. Andrew kurang akrab dengan sanak saudara yang lainnya karena seluruh keuarganya adalah orang-orang sibuk.

Latar Belakang Pendidikan :
Saat ini Andrew kuliah di salahsatu perguruan tinggi di London. Dia mengambil jurusan Media Studies. Tuntutan dari ayahnya mengharuskan dia mengambil jurusan itu. Dan untungnya dia memang cukup tertarik dengan bidang itu. Semasa sekolah dia adalah siswa yang pintar. Bahkan sampai saat ini dia masih berbakat di bidang akademik.

Hobby :
Andrew hobi bermain musik. Drum adalah alat musik favoritnya. Tetapi dia juga bisa menguasai segala macam alat musik band. Musik yang disukainya juga beragam, hampir semua jenis musik dia sukai. Namun selera musiknya cukup tinggi. Dari sekian banyak jenis musik yang disukainya, dia sangat menyukai musik punk dan emo. Karena musik itulah yang cocok dengan kepribadiannya, idealis dan tidak suka diatur namun peduli terhadap sesama.
Andrew juga sangat menyukai sepakbola. Dia adalah pendukung Arsenal sejati. Setiap kali Arsenal bertanding di London, dia selalu menyempatkan diri untuk menonton langsung di stadion. Seluruh pemain Arsenal adalah pemain favoritnya.

Latar Belakang Pekerjaan :
Saking hobinya dengan sepakbola, Andrew membuat acara Talkshow yang setiap minggunya menghadirkan beberapa pemain sepakbola di Inggris untuk menjadi bintang tamunya. Dia bertindak sebagai produser acara tersebut. Dia juga sempat menjadi produser dari sebuah acara travel.

KETIKA DIA DATANG KEMBALI

Aku berjalan menyusuri trotoar yang dipenuhi oleh orang-orang. Setiap sore jalan ini memang selalu penuh oleh oramg-orang yang pulang kerja. Ketika aku sedang berjalan itu aku merasa ada orang yang mengikutiku. Aku tidak berani menoleh ke belakang karena terlalu takut. Aku berjalan semakin cepat dan orang itu masih tetap mengikutiku. Semakin lama dia semakin mendekat. Nafasku mulai terengah-engah dan jantungku pun berdebar-debar. Aku masih mencoba berjalan secepat mungkin, Tapi tiba-tiba ada tangan yang menggapai pundakku. Sebenarnya aku ingin sekali berteriak, tapi ku tahan teriakan itu. Dengan ragu-ragu dan rasa takut yang luar biasa besar, aku menolehkan wajahku ke belakang. Aku melihat sesosok wajah pria dengan perawakan tinggi besar memandang ke arahku.
“Masih ingat saya?” tanya lelaki itu kepadaku. Aku mengerutkan dahi sambil mengingat-ingat.
“Rio.” ucapku dengan nada kaget.
“Iya, ini aku Rio. Kamu masih ingat kan?” tegasnya.
“Astaga! Kamu benaran Rio. Ga nyangka bakal ketemu disini. Udah lama banget ya kita ga ketemu.”
“Sejak aku ke Yogya. Emang udah lama banget. Eh, kita cari tempat buat ngobrol yuk. Kayanya kita bakal ngobrol panjang nih.” Rio mengajak aku ke kafe yang ada di sekitar jalan itu dan kami pun berbincang-bincang.
Sudah 20 tahun aku dan Rio tidak bertemu. Sejak Rio meninggalkan Bandung dan pindah ke Yogya mengikuti orang tuanya. Tak menyangka sekarang kita bisa bertemu di Tokyo.
“Udah dari kapan di Tokyo?” tanyaku kepada Rio.
“Sekitar 10 bulan. Aku dipindah kerja kesini. Awalnya sih ga mau tapi apa salahnya aku coba. Kamu sendiri?” Rio balik tanya kepadaku.
“Aku sih udah lama, sekitar 5 tahun lah. Awalnya sama juga gara-gara kerjaan terus dapet suami orang sini, ya udah ga balik lagi.” jawabku.
“Aku malah pengen cepet-cepet balik ke Indonesia. Anak aku masih disana. Udah dua bulan ga ketemu. Pengennya sih dibawa kesini, tapi sekolahnya tanggung baru kelas 3 SD.” ungkap Rio.
“Wah, anak aku juga sekarang kelas 3. Yang paling kecil baru 2 tahun, lagi bawel-bawelnya. Jadi anak kamu ditinggal sama mamanya?”
“Ga, dia tinggal sama Ibu aku. Mamanya meninggal 3 tahun lalu waktu melahirkan anak kami yang kedua. Anak kami pun hanya bertahan satu minggu. Akhirnya mereka berdua meninggal.”
“Astaga, aku ikut prihatin, Ri.”
“Makasih.” jawab Rio pelan.
“Aduh, Ri, aku ga bisa lama-lama nih. Keluarga aku udah nunggu, kasian mereka. Kamu bawa kartu nama kan?”
“Ada.” sambil membuka tasnya dan memberikan selembar kartu nama padaku. Aku pun mencari kartu namaku untuk diberikan kepadanya.
“Ini kartu nama aku. Kalau ada apa-apa kamu bisa telfon aku atau dating aja ke rumah. Tapi kalau mau ke rumah mending telfon dulu, takutnya aku ga di rumah. Ya udah aku pergi ya, daah.”
“Yaa. Bye.”
Aku pun berlalu meninggalkan Rio sambil tersenyum. Aku tak menyangka akan bertemu teman yang sudah 20 tahun tidak aku temui. Rasa bahagia bercampur haru bercampur aduk di pikiranku. Sesampainya di rumah, aku pun menceritakan kejadian itu kepada suamiku.

Selasa, 10 Februari 2009

Dicari Teman Bermain Dan Belajar (gagas media)

Hallo Semua!

Kami sedang mencari teman-teman baru. Yup, teman baru untuk bermain dan belajar bersama kami.

Kalau kalian tertarik menjadi teman bermain dan belajar kami, jangan malu mengirimkan CV dan lamaran kamu ke kami di redaksi@gagasmedia.net dan redaksigagasmedia@gmail.com, atau ke :

Redaksi GagasMedia : Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa-Jaksel 12630

Siapa tahu, kamu adalah teman yang sedang kami cari itu!

1. Head Hunter Naskah

syarat :

1. Memiliki jaringan penulis atau calon-calon penulis

2. Sanggup bekerja dalam target dan deadline

3. Memiliki wawasan yang luas

4. Suka bertemu orang baru dan tantangan

5. Mandiri dan mau belajar hal-hal baru

6. Tertarik dengan dunia penerbitan

Tulis : Headhunter Gagas di subject email atau sudut kiri amplop.

2. Editor Freelance buku-buku nonfiksi

Syarat :

1. Paham bahasa Indonesia dan EYD

2. Suka membaca dan dunia tulis-menulis

3. Suka bertemu orang baru

4. Teliti dan detail

5. Bisa bekerja di bawah deadline

6. Mau belajar hal-hal baru

Tulis : Editor Freelance-Nonfiksi di subject email atau sudut kiri amplop.

3. Editor Ahli (freelance) Buku Pelajaran dan Pengetahuan Populer

Syarat:

1. Kepala sekolah atau Guru SMP dan SMU di Jakarta

2. Untuk guru diutamakan yang menguasai mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Biologi

3. Mempunyai pengalaman menulis buku pelajaran dan menguasai kurikulum.

4. Memiliki wawasan yang luas di segala bidang keilmuan.

5. Mempunyai jaringan yang luas.

Tulis : Editor Ahli di subject email atau sudut kiri amplop.

4. Editor Freelance Buku Pelajaran

1. Menguasai bahasa Indonesia dan paham EYD.

2. Mempunyai pengalaman menulis /mengedit buku pelajaran dan menguasai kurikulum.

3. Memiliki wawasan yang luas di segala bidang keilmuan.

4. Mempunyai jaringan yang luas.

5. Suka mengutak-atik rumus

6. Bisa bekerja di bawah tekanan deadline

7. Teliti dan detail

Tulis : Editor Freelance BuPel di subject e-mail atau sudut kiri amplop.

DICARI: NASKAH BUKU PENGETAHUAN/PELAJARAN POPULER

Anda bosan membaca buku-buku pelajaran yang itu-itu aja? Punya ide menarik untuk membuat buku pelajaran yang asyik dan seru? Kirim tulisan, outline, atau ide Anda pada kami.

Syarat:

1. Buku yang dicari adalah buku pelajaran berikut.

* Rangkuman Fisika untuk SMP

* Rangkuman Fisika untuk SMU

* Kumpulan rumus, cara cepat, tip dan trik menyelesaikan soal-soal FISIKA SMP

* Kumpulan rumus, cara cepat, tip, dan trik menyelesaikan soal-soal FISIKA SMU.

* Rangkuman Kimia untuk SMU

* Kumpulan rumus, cara cepat, tip, dan trik menyelesaikan soal-soal KIMIA SMU.

* Rangkuman materi biologi SMU.

2. Materi buku sesuai dengan kurikulum yang digunakan saat ini.

3. Cara penyajian materi berbeda dengan buku-buku pelajaran umumnya, unik, dan bahasa yang digunakan komunikatif.

4. Ide orisinal, bukan saduran atau jiplakan karya orang lain.

5. Naskah tidak sedang ditawarkan pada penerbit lain.

Jika Anda tertarik, segera hubungi redaksi GagasMedia di 78883030-201/202 atau melalui email redaksigagasmedia@gmail.com dan gitaromadhona@yahoo.com

Cp: Gita Romadhona



Dicari: Editor Freelance Buku IT

Berminat bergabung bersama kami? Merasa memenuhi syarat-syarat berikut?

Segera kirimkan lamaran Anda ke redaksigagasmedia@gmail.com atau anugerah_perempuan@yahoo.com

syarat:

1. Berjiwa muda, fleksibel, dan aktif.

2. Menguasai, mengetahui, dan paham isu-isu dunia IT terkini.

3. Mempunyai jaringan yang luas.

4. Menguasai bahasa Indonesia dan paham EYD.

5. Lebih diutamakan yang mempunyai pengalaman menulis /mengedit buku.

6.Teliti dan detail

7. Bisa bekerja di bawah deadline

8. Mau belajar hal-hal baru

Tulis : Editor Freelance buku IT di subject e-mail atau sudut kiri amplop.

Kami tunggu sampai tanggal 28 Februari 2009.
GAGAS MEDIA

PEMENANG VS PECUNDANG

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban,
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program,
pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda"
pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya."

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah,
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, "Itu memang sulit,tapi kemungkinan bisa"
pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa,tapi terlalu sulit."

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "Saya salah"
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "Itu bukan salah saya."

Pemenang membuat komitmen-komitmen,
pecundang membuat janji-janji.

Pemenang punya impian-impian,
pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu"
pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan."

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim,
pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan,
pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan,
pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win),
pecundang percaya, mereka harus menang, orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi,
pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat (alat pengatur/pengimbang panas),
pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan,
pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras tapi kata-kata lembut,
pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras.

Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai tapi bersedia kompromi pada hal-hal remeh,
pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nilai-nilai.

Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda"
pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda."

Pemenang membuat sesuatu terjadi,
pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Pemenang berencana dan mempersiapkan diri untuk menang.
Kata kuncinya adalah persiapan.


(William Tanuwidjaja-Kata Kata Motivasi Dosis Tinggi)

Rabu, 04 Februari 2009

Biografi Stephenie Meyer


Stephenie Morgan Meyer adalah seorang ibu rumah tangga biasa, lahir di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, 24 Desember 1973. Stephenie belum pernah menulis sebelumnya. Sampai pada suatu malam dia bermimpi. Di mimpinya seorang gadis bercakap-cakap dengan seorang pemuda berkilauan di padang rumput penuh sinar matahari. Pemuda itu bukan manusia biasa. Ia seorang vampir. Mereka saling jatuh cinta dan si pemuda memberitahu gadis itu, betapa sulit baginya untuk tidak membunuh si gadis. Akhirnya dia pun memetuskan menulis sebuah novel berjudul Twilight. yang disusul dengan New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn.
Stephenie Meyer telah membuat beberapa novel dari seri twilight maupun bukan seri twilight. Awal mula ia menulis cerita tentang twilight berdasarkan atas mimpinya tentang seorang gadis yang jatuh cinta terhadap seorang vampire.

Karya-karya:

• Twilight (Oktober 2005)
• New Moon (Agustus 2006)
• short story in Prom Nights from Hell (April 2007)
• Eclipse (Agustus 2007)
• The Host (Mei 2008)
• Breaking Dawn (Agustus 2008)
• Midnight Sun (akan datang)
• The Twilight Saga: The Official Guide (akan datang: Desember 2008)
• The Soul (akan datang)
• The Seeker (akan datang)

Cinta Segitiga Terlarang


Judul Buku : New Moon
Pengarang : Stephenie Meyer
Tebal Buku : 600 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2008

Anda tentu masih ingat dengan film Twilight, sebuah film yang baru-baru ini menarik perhatian pencinta film dan menjadi box office. Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama tersebut merupakan awal dari tetralogi karangan Stephanie Meyer. Tetralogi ini terdiri dari Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Down.
Kali ini novel yang akan kita bahas adalah buku kedua yaitu New Moon. Buku ini bercerita tentang kisah Isabella Swan yang harus berpisah dengan kekasih tercinta Edward Cullen, kerena Edward tidak mau membahayakan Bella. Bella yang sedang diburu oleh Victoria, vampir yang memakan darah manusia, terpaksa harus meninggalkan Edward. Semenjak itu Bella pun depresi dan berubah menjadi sosok yang pemurung. Ayahnya tidak tega melihat Bella menjadi seperi itu dan berniat mengembalikan Bella kepada ibunya di Phoenix. Namun Bella bersikukuh untuk tetap tinggal di Forks, melakukan rutinitas sehari-hari seperti biasa, dan bertingkah seolah dia tidak apa-apa. Walaupun kehidupan bela tampak mati. Setelah berpisah dengan Edward, Bella tidak peduli lagi dengan teman-temannya sehingga mereka pun akhirnya tidak pernah berkomunikasi dengan Bella dan tidak pernah mencarinya.
Karena ayahnya mengancam akan mengembalikan Bella ke Phoenix jika dia masih bersikap seperti itu, Bella akhirnya mulai menjalani hidup normal kembali dan kembali bergaul dengan teman-temannya meskipun sangat sulit untuk berkomunikasi dengan mereka setelah Bella melakukan aksi diam dan menarik diri dari teman-temannya selama berbulan-bulan. Salahsatu usaha yang dilakukan Bella untuk kembali bergaul dengan teman-temannya adalah dengan mengajak Jessica menonton film Zombie. Dia berusaha keras meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Usaha Bella pun berhasil. Dia bisa kembali bergaul dengan teman-temannya setelah itu.
Pada suatu hari, Bella bermaksud untuk memperbaiki sepeda motor yang berada di pekarangan rumah tanpa diketahui oleh ayahnya yang melarang Bella mengendarai sepeda motor. Bella pun meminta bantuan seseorang yang dia tahu ahli dalam memperbaiki sepeda motor yaitu Jacob Black. Ketika dia menemui Jacob, dia merasa ada sesuatu yang menenangkan dirinya. Jacob menjadi sosok yang membuat Bella merasa aman dan Bella sedang sangat membutuhkan seorang sahabat seperti Jacob. Dan secara tidak sengaja, Bella mulai terbiasa dengan Jacob. Berbeda dengan Edward yang serius dan overprotective, Jacob adalah orang yang mengasyikkan dan hangat.
Tapi lama kelamaan Bella tersadar bahwa Jacob tidak benar- benar memberi dia keamanan karena Jacob adalah seorang manusia serigala (warewolf), musuh bebuyutan kaum vampir. Namun apa daya Bella sudah terpikat oleh sosok Jacob. Lalu bagaimana dengan Edward? Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat itu pun Bella masih mencintai Edward namun kemudian datang Jacob yang juga membutnya merasakan cinta.
Buku kedua dari seri Twilight ini memang menceritakan kisah cinta segitiga antara manusia, vampir, dan manusia serigala. Tetralogi yang mengangkat tema cinta dengan tokoh utama vampir ini memang membuat pembacanya terhipnotis dan merasa penasaran. Tapi walaupun bercerita tentang vampir, anda jangan terlalu berharap untuk membayangkan laga action yang menegangkan dan dramatis. Karena buku ini memperlihatkan Bella sebagai sudut pandang utamanya dan pengarangnya juga adalah perempuan yaitu Stephanie Meyer, maka buku ini lebih menonjolkan drama cintanya dibandingkan laga aksinya. Namun secara keseluruhan buku ini sangat menarik dan membuat penasaran. Jika anda sudah membaca buku New Moon ini, barulah anda dapat membaca buku lanjutannya, Eclipse dan Breaking Dawn yang sudah terbit di pasaran. Jadi, selamat membaca!
 
Copyright yustina loves reading 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .